Beda pabrik beda lagi karakteristiknya. Untuk pabrik Garment, modul MRP Odoo harus dimodifikasi total. Ini dikarenakan, pabrik garment biasanya memproduksi baju secara sekaligus untuk bermacam ukuran (S,M,L,XL,XXL, dll) untuk suatu model baju. Padahal setiap ukuran punya Bill of Material sendiri-sendiri karena kebutuhan bahannya pun berbeda-beda.

Proses produksi garment dimulai dari cutting, jahit (bisa internal bisa makloon), dan quality control. Yang paling rumit disini adalah menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) per pcs produk akhir. Karena selain harga bahan baku dan aksesories, HPP harus ditambahi dengan ongkos jahit, biaya overhead buruh dan listrik pabrik, steam reward (bonus setrika), serta biaya plastik mika untuk produk yang lolos QC.

Selain itu, Odoo harus bisa menangani hal-hal seperti: pemakaian bahan baku kain yang masih dalam bentuk roll, sisa cutting bahan yang sudah tidak dalam bentuk roll, majun, reject cutting, reject hasil jahit, barcode produk jadi untuk trace back mulai dari invoice, delivery order, sale order, sampai dengan cutting, dan pada akhirnya bahan baku milik supplier yang mana.

Berikut ini gambaran dasar sebuah sistem informasi yang seharusnya ada pada perusahaan Garment

FEATURE

  • Create Cutting Order
  • Pengambilan Bahan Baku dan Bahan Penolong
  • Quality Control Cutting
  • Cetak form cutting order
  • Perhitungan HPP sementara dan Work in Progress
  • Create Makloon Order (proses penjahitan)
  • Pengambilan Bahan Penolong
  • Penerimaan Barang Jadi
  • Reward Steam, Overhead pabrik (listrik, sewa gedung, upah tenaga kerja)
  • Perhitungan HPP (harga pokok produksi) barang jadi secara average cost
  • Pembayaran Invoice Supplier Makloon
  • Pemilahan barang jadi Grade B dan Reject
  • Terintegrasi dengan sistem Warehouse, Purchase, dan Accounting Odoo/ OpenERP
erp_slide